Ketua Umum Marga Tan Indonesia Andaka Nardjadin memimpin langsung rombongan Perkumpulan Marga Tan Indonesia ke Lombok, Kamis (9/8).

Rombongan yang di pimpin Andaka Nardjadin (Ketua Umum) didampingi Jeffrey Tan (Sekjend), Tan Tjeng Tie (Bendum) beserta jajaran pengurus, tiba di Bandara Praya Lombok pukul 09.00 WIT, setelah mendarat rombongan dijemput oleh kendaran KODIM 1606 Lombok Barat, langsung bergegas menemui Tim Po Hwa Kong yang telah menjadi fasilitator bagi Perkumpulan Marga Tan Indonesia, kemudian meninjau bantuan logistik yang telah disiapkan sebelumnya.

Setelah bantuan logistik dinyatakan siap, rombongan bergegas berangkat menuju posko di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, diaman lokasi tersebut termasuk salah satu lokasi yang merasakan dampak terbesar dari gempa ini.

“Perjalanan mengalami cukup banyak hambatan karena akses jalan menuju lokasi terlalu padat akibat arus lalu lintas yang padat menuju lokasi karena proses evakuasi korban, dan penyaluran bantuan sosial dari berbagai organisasi dan masyarakat yang peduli korban gempa.”

“Butuh 4 jam perjalanan untuk dapat sampai ke lokasi Posko Tanjung di Lombok Utara, belum lagi sepanjang perjalanan di landa gempa dengan skala 6,2 SR, kendaraan yang membawa rombangan mengalami guncangan cukup dashyat, sehingga menyebabkan kepanikan seluruh pengguna jalan, arus lalu lintas tidak bergerak sama sekali banyak pengendara dan penumpang yang berhamburan keluar dari kendaraan karena khawatir akan terjadi tsunami, karena kebetulan tepat di sebelah kiri jalan menuju lokasi adalah Pantai Senggigi, sepanjang jalan, Pak Andaka terus menyatakan prihatin atas penderitaan masyarakat setempat, yang rumahnya pada ambruk dan harus bertahan di tempat pengungsian dengan fasilitas apa adanya,” kata Sekjen Permatanin Jeffrey Tan.

Setelah sampai di Posko Penampungan Kecamatan Tanjung, rombongan disambut oleh Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.

Kepada Bupati Lombok Utara, Andaka Nardjadin mengwakili Perkumpulan Marga Tan Indonesia (Permatanin) menyampaikan belasungkawanya atas korban jiwa yang terus meningkat seiring dengan proses identifikasi yang berlanjut, sekaligus menyampaikan maksud kedatangan rombongan.

Najmul menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian saudara saudara Marga Tan se Tanah Air yang telah berpartisipasi atas bantuan logistik yang telah diberikan.

Bupati kemudian mengarahkan bantuan logistik yang tersedia agar dapat diserahkan ke posko BNPB dan TNI AD untuk dapat di distribusikan kepada korban gempa yang membutuhkan.

Pada kesempatan yang sama, Andaka Nardjadin juga mempertemukan Tim medis dari Beijing Emergency Rescue Association yang di pimpin oleh HaiLang Du (Executive VP Secretary General) kepada Bupati Lombok Utara, koordinator TNI AD serta koordinator BNPB, diharapkan Tim medis tersebut dapat lebih optimal berpartisipasi menyalurkan bantuan medis kepada korban bencana gempa.

Setelah selesai dari posko Kecamatan Tanjung, rombongan yang dipimpin Andaka Nardjadin ingin melanjutkan perjalanan ke posko Kecamatan Khayangan yang juga merupakan daerah terdampak yang cukup besar, namun sesuai saran dari fasilitator dan pejabat daerah, agar membatalkan perjalanan tersebut karena situasi yang kurang kondusif akibat gempa susulan 6,2SR, akhirnya rombongan kembali ke bandara untuk berangkat kembali ke Jakarta.

Sebelum kembali, Andaka Nardjadin menyampaikan kepada Bupati Lombok Utara, jajaran TNI AD, dan jajaran BNPB, bahwa Perkumpulan Marga Tan Indonesia akan terus memantau situasi terakhir pasca gempa, akan hadir kembali apabila dibutuhkan.

Pada kesempatan terpisah, Jeffrey Tan menyatakan Salut atas semangat ketua umumnya Andaka Nardjadin, di usia yang sudah tergolong sesepuh masih memiliki tekad kuat untuk terjun langsung memimpin rombongan padahal kondisi setempat masih dikategorikan kurang kondusif. Semangat ini patut menjadi teladan bagi generasi muda ke depan. Lanjut Jeffrey Tan, kunjungan kali ini betul-betul membuat mereka terharu.

“Di sini jelas kelihatan bahwa mayoritas komponen bangsa ikut

berpartisipasi memberikan bantuan sosial kepada korban bencana gempa di Lombok, ini sebagai wujud implementasi nilai nilai kebangsaan sesuai konsensus dasar neg

ara. Perbedaaan yang ada tidak lagi menjadi kelemahan/

permasalahan, justru telah menjadi kekuatan bangsa,” tuntasnya.

https://www.merdeka.com/peristiwa/permatanin-peduli-korban-gempa-lombok.html